Ruang aman dan inklusif untuk mengkonstruksi pengetahuan bersama yang melibatkan komunitas Adat, penghayat kepercayaan, dan pendidikan dekolonial.
Membangun pemahaman yang mendalam tentang pengetahuan leluhur dan pendekatan Adat
Menyediakan ruang aman untuk mengkonstruksi pengetahuan bersama yang melibatkan komunitas Adat dan penghayat kepercayaan.
Mengkontekstualisasikan pengetahuan ke ranah personal dan isu yang spesifik.
Memperkenalkan pendekatan Adat sebagai kerangka studi inter-sektoral.
Mendekolonisasi konsep dan metode pendidikan untuk aspek keadilan dalam mengkaji indigeniety.
8 sesi pembelajaran setiap hari Rabu
Kelas akan diadakan setiap Rabu pukul 19:30 WIB sejak 6 Agustus hingga 24 September dengan beragam topik. Namun, tidak menutup kemungkinan, pembahasan akan diperpanjang dengan mempertimbangkan topik lainnya yang berkaitan dengan masyarakat adat dan kepercayaan leluhur.
Pengantar terhadap tema diskusi (etika, kolonialitas, paradigma) dan kritisisme terhadapnya.
Pemantik diskusi akan memberikan studi kasus yang bisa didiskusikan dan dikritisi, meliputi:
Kontekstualisasi konsep Adat sebagai alat untuk mengkritik tema diskusi (etika Adat, dekolonisasi, paradigma Adat, dsb).
Pemantik diskusi harus membawa opini ATAU argumentasi dari materi bacaan:
Kerjasama lintas organisasi untuk pendidikan yang inklusif
Publikasi rangkuman di media sosial
Terbuka untuk umum, termasuk perempuan, minoritas gender, masyarakat adat, dan lainnya tanpa ada satupun yang dikecualikan. Kelas diadakan lewat Zoom yang akan dibagikan secara publik dan secara luring di Asrama Mahasiswa Aceh Sabena, Yogyakarta.