Cohort-Based Course • 6 Agustus - 24 September 2025

Kelas Adat dan Leluhur

Ruang aman dan inklusif untuk mengkonstruksi pengetahuan bersama yang melibatkan komunitas Adat, penghayat kepercayaan, dan pendidikan dekolonial.

Setiap Rabu
8 Minggu
Online (Zoom) & Offline (Jogja)
Terbuka untuk Umum

Tujuan Utama

Membangun pemahaman yang mendalam tentang pengetahuan leluhur dan pendekatan Adat

Ruang Aman & Inklusif

Menyediakan ruang aman untuk mengkonstruksi pengetahuan bersama yang melibatkan komunitas Adat dan penghayat kepercayaan.

Kontekstualisasi Pengetahuan

Mengkontekstualisasikan pengetahuan ke ranah personal dan isu yang spesifik.

Pendekatan Adat

Memperkenalkan pendekatan Adat sebagai kerangka studi inter-sektoral.

Dekolonisasi Pendidikan

Mendekolonisasi konsep dan metode pendidikan untuk aspek keadilan dalam mengkaji indigeniety.

Silabus & Jadwal

8 sesi pembelajaran setiap hari Rabu

Agustus 2025
Agustus 2025
Agustus
6
Sesi 1
Adat dan Ekologi
Pemantik: Afkar Aristoteles M, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Memperkenalkan keragaman etika kepedulian leluhur dalam konteks ekologi yang beragam
  • Melihat hubungan etis manusia-alam
  • Bagaimana alam dikonstruksikan lewat peta
  • Studi kasus: UU KSDAE, Mollo-Gunung Mutis, dan Industri Geothermal
  • Mendorong peneliti dan praktisi menyelaraskan pandangan dan melaksanakan pendekatan etis demi mendukung pemberdayaan masyarakat
Agustus
13
Sesi 2
[De]kolonialitas dan Pengetahuan Leluhur
Pemantik: Ikrana Ramadhani, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Mempermasalahkan latar belakang kolonialitas yang menggeser paradigma
  • Rasialisme dan peminggiran masyarakat adat
  • Mendekolonisasi pengetahuan menjadi relasional
Agustus
20
Sesi 3
Paradigma [Agama] Leluhur
Pemantik: Faiz Hosainie Rafsanjanie, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Membongkar konstruksi, religion, din, dan agama kolonial
  • Membantah konstruksi wacana "animisme", "dinamisme", dan "sinkretisme"
  • Hubungan etis dalam agama leluhur dan masyarakat adat: relasional, timbal balik, dan tanggung jawab
  • Melihat bahwa semua tindak-tanduk merupakan 'beradat' atau 'relijius' sekaligus
Agustus
27
Sesi 4
Orientalisme
Pemantik: Salamatun Nafi’ah, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Sejarah pandangan orintalisme dalam studi “Timur”
  • Kritik Richard King terhadap pandangan “Timur yang Mistis”
  • Studi kasus bagaimana pandangan “Timur yang Mistis” ini dikonstruksi dalam mempelajari agama-agama Timur
  • Refleksi tentang konstruksi “yang Mistis” terhadap pengetahuan lokal
September 2025
September
3
Sesi 5
Adat and Gender
Pemantik: Mina Mangmah, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Memperkenalkan konstruksi gender dalam pemahaman/penafsiran agama leluhur (Islam adat, Kristen adat, penghayat kepercayaan, dsb)
  • Mendekolonisasi konsep gender
  • Emansipasi dan advokasi gender masyarakat leluhur
  • Antara SOGIESC dan adat
September
10
Sesi 6
Filosofi Leluhur
Pemantik: Yohanes Leo, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Menyoal pendekatan agama leluhur dalam studi Humaniora
  • Konsep materialisme baru dan vitalisme (pascahumanisme) serta merekonstruksi tubuh dalam pandangan "kebudayaan"
  • Rekomendasi saran terhadap studi Antropologi serta Sosiologi
September
17
Sesi 7
Ekspresi Leluhur dalam Kesenian
Pemantik: Putri Athifah Fitriah, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Genealogi seni
  • Pemisahan agama, budaya, dan seni sebagai praktik kolonial
  • Praktik seni sebagai sumber pengetahuan leluhur
September
24
Sesi 8
Hak Masyarakat Adat/Leluhur: KBB, Kedaulatan, dan Kewargaan
Pemantik: Annisa Qurrotul Ayuni, Mahasiswa S2 CRCS UGM
  • Mendekolonisasi hak dan HAM
  • Politik Agama Resmi sebagai praktik kolonial
  • Vernakularisasi dan localization HAM pada lokalitas
  • Hak masyarakat adat dan FoRB untuk penghayat kepercayaan dan agama leluhur
  • Mengelaborasikan konsep HAM dan FoRB
  • Mencari solusi bersama untuk rekognisi masyarakat adat dan agama leluhur

Metode Pembelajaran

Kelas akan diadakan setiap Rabu pukul 19:30 WIB sejak 6 Agustus hingga 24 September dengan beragam topik. Namun, tidak menutup kemungkinan, pembahasan akan diperpanjang dengan mempertimbangkan topik lainnya yang berkaitan dengan masyarakat adat dan kepercayaan leluhur.

Pengantar & Kritisisme

Pengantar terhadap tema diskusi (etika, kolonialitas, paradigma) dan kritisisme terhadapnya.

Problematisasi Kontekstual

Pemantik diskusi akan memberikan studi kasus yang bisa didiskusikan dan dikritisi, meliputi:

  • Relasi kuasa
  • Paradigma liberal
  • Politik
Kontekstualisasi Konsep Adat

Kontekstualisasi konsep Adat sebagai alat untuk mengkritik tema diskusi (etika Adat, dekolonisasi, paradigma Adat, dsb).

Rekomendasi

Pemantik diskusi harus membawa opini ATAU argumentasi dari materi bacaan:

  • Apa yang harus organisasi non-profit/aktivis/ akademisi/komunitas lakukan?
  • Bagaimana mengimplementasikan rekomendasi ini? Apa upaya advokasi yang perlu diperhitungkan?

Kolaborasi

Kerjasama lintas organisasi untuk pendidikan yang inklusif

Logos ID

Logos ID

Pendidikan, Filsafat, Studi Disabilitas

ICIR

ICIR

Kolaborasi, Advokasi, Riset, Adat dan Agama Leluhur

Gerakan Surah Buku

Gerakan Surah Buku

Kontributor metode surah dalam diskusi

Eonoiaco

Eonoiaco

Publikasi rangkuman di media sosial

Siapa yang Dapat Berpartisipasi?

Terbuka untuk umum, termasuk perempuan, minoritas gender, masyarakat adat, dan lainnya tanpa ada satupun yang dikecualikan. Kelas diadakan lewat Zoom yang akan dibagikan secara publik dan secara luring di Asrama Mahasiswa Aceh Sabena, Yogyakarta.